.

Selasa, 28 April 2015

Dewi Lanjar, Makhluk Halus atau Penjuang ?

| Leave a Comment


Untuk masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya, tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama Dewi Lanjar atau sering disebut sebagai Den Ayu Lanjar atau ada juga yang menyebutnya "Bu Kaji" pasti sudah tidak asing lagi. 

Keberadaannya sudah sangat melegenda ditengah masyarakat. Bahkan sosok Dewi Lanjar dipercaya sebagai "Penguasa" daerah pesisir utara. Sebagaimana keberadaan Nyai Loro Kidul yang dianggap penguasa laut selatan.

Oleh para ahli metafisika (supranatural), mereka percaya akan keberadaannya. Dewi Lanjar digambarkan sebagai seorang wanita cantik yang memimpin kerajaan lelembut besar. Konon pada setiap hari tertentu Dewi Lanjar seringkali belanja ke pasar Sentiling atau pasar Banjarsari (nama pasar di daerah Pekalongan) dengan wujud manusia.

Sebagian orang banyak yang percaya jika Dewi Lanjar dapat memberi bantuan berupa pasokan dana alias "Apek Pesugihan" dengan ganti rugi berupa tumbal yang telah disepakati. Biasanya dalam proses ini akan dibantu oleh Juru Kunci yang tinggal di daerah Slamaran. Peminat "Apek Pesugihan" ini bukan hanya dari daerah sekitar, namun juga dari daerah lain diluar kota.

ANTAR MAKHLUK HALUS DAN PEJUANG

Di tengah masyarakat, ada banyak cerita mengenai asal-usul Dewi Lanjar, namun ada satu cerita yang meyebutkan bahwa Dewi Lanjar itu adalah seorang pejuang yang memiliki nama asli yaitu Siti Wulanjarmulan. Ia merupakan istri seorang bupati Pekalongan tempo dulu yang bernama Padmonegoro. 

Padmonegoro adalah bupati yang diangkat oleh kolonial Belanda, namun Padmonegoro tetap berpihak pada rakyat dibuktikan dengan setiap kebijakan yang diambil selalu berpihak pada rakyat. Melihat keadaan yang seperti ini, pemerintahan kolonial Belanda merasa gelagat Padmonegoro mengancam kekuasaan Belanda di Pekalongan, akhirnya Padmonegoro ditahan dan diasingkan di Palembang.

Melihat sang suami ditahan, Siti Walanjarmulan tidak tinggal diam saja, ia meneruskan perjuangan suaminya, dengan cara ikut melakukan perlawanan kepada Belanda dan ikut turun langsung dalam pertempuran layaknya Cut Nyak Dien. 

Karena tekad dari Siti Wulanjarwulan yang kuat, ia berhasil membuat Belanda terpojok. Karena Pekalongan merupakan daerah pesisir yang dekat dengan laut, maka Belanda menyebut Siti Wulanjarmulan sebagai "Setan Laut", dari sebutan ini berkembanglah kisah Dewi Lanjar sebagai penguasa laut utara. Kita tidak tahu hal ini nyata atau tidak, karena belum ada penelitian secara pasti. 

Mengenai asal-usul Dewi Lanjar secara pastinya belum ada bukti otentik yang dapat membuktikannya. Kita hanya bisa ambil hikmahnya saja, kalaupun itu urusan Ghaib ya biarlah sebab dunia nyata dan Ghaib berbeda, Kita hanya wajib meyakininya saja dan tidak berhak meminta pada yang Ghaib kecuali pada Allah SWT.

0 komentar:

Posting Komentar